Next...it’s our love Syifa

PART 5. Sekilas Cahaya

“Mbak allhamdulillahi jazakillahu khoiroh ya, selama seminggu di sini, aku senang banget diajakin keliling Bandung. Kapan-kapan mbak dong yang liburan tempat Dera.” Kata Dera sambil mencium punggung tangan kanan ku, tidak lupa pula pipi kanan dan kiriku diciumnya.

“iya, adikku sayang. Hati-hati ya di perjalanan. Banyak-banyak doa, semoga aman selamat lancar dan borakah sampai tujuan. Amin.” Kataku.

Aku berbalik sejenak, hanya senyuman dan lambaian tangannya yang bisa kusaksikan sampai akhirnya sosoknya hilang dari pandanganku, selalu saja ada perasaan sedih setiap kali harus berpisah dari adik kembarku itu, walaupun kami sudah terbiasa berjauhan.

“oh tidak, sudah terlambat.” Aku melihat jam ditangan ku sudah menunjukkan angka 4.15.

“butuh waktu 15 menit lagi nih.” Aku berlari tergesa-gesa keluar dari airport .

“maaf-maaf..” aku tidak sengaja menginjak kaki seseorang yang sedang berdiri di samping pintu tempat aku keluar tadi. Langsung saja aku berlalu, karena tampaknya dia tidak mempermasalahkan hal itu. Wajahnya tertutup kupluk jaket, akan tetapi jelas terlihat mengangguk-nganggukkan kepalanya, jadi ku pikir mungkin tidak masalah.

Setelah menaiki metro mini dan ganti angkot sekali, aku langsung menyusuri lorong kira-kira 20 langkah, dan sampailah di sebuah pelataran masjid. Jangan tanya mengapa aku bisa yakin langkahnya 20 ya, tapi jawabannya karena aku memang pernah menghitungnya.

“allhamdulillah masih pembukaan.” Gumamku sambil segera melepas kaus kaki dan mencuci kaki di pancuran khusus wanita di sebelah kanan masjid itu.

Setelah selesai, aku langsung masuk ke masjid, bergabung dengan sekumpulan orang yang sedari tadi sedang mendengarkan nasehat pemantapan agama dari salah satu ustadz yang tinggal bersebelahan dengan masjid itu. Setelah selesai pembukaan, muda-mudi dibagi menajdi beberapa kelompok kecil.

“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sebelumnya mbak minta maaf ya, karena harus menggunakan masker, soalnya mbak lagi pilek.” Aku lanjutkan nasehat pembuka sebentar di kelompokku, kira-kira ada lima orang muda-mudi yang tergabung. Kemudian aku membaca Alqur’an surat An-Nisa ayat, setelah itu dilanjutkan dengan makna Alqur’an. Ya, jadwal pengajian pada hari itu memang makna Al-Qur’an. Tanya jawab juga terjadi di tengah-tengah pemaknaan Alqur’an di surat yang kami kaji. Pukul 05.30 pengajian itu berakhir juga. Kira-kira itulah rutinitas kami setiap pengajian di hari Rabu siang, dimulai pukul 04.30 dan berakhir pukul 05.30. Selama perkuliahanku, aku juga mengisi pengajian di salah satu masjid di Bandung ini, tepatnya.............. bukan tidak mungkin aku melaksanakan kedua hal ini bersamaan, akan tetapi latar belakang pendidikan semasa SMA dulu mewajibkan ku untuk menyampaikan agama Alloh

Comments