Posts

Next...it’s our love Syifa

PART 5. Sekilas Cahaya “Mbak allhamdulillahi jazakillahu khoiroh ya, selama seminggu di sini, aku senang banget diajakin keliling Bandung. Kapan-kapan mbak dong yang liburan tempat Dera.” Kata Dera sambil mencium punggung tangan kanan ku, tidak lupa pula pipi kanan dan kiriku diciumnya. “iya, adikku sayang. Hati-hati ya di perjalanan. Banyak-banyak doa, semoga aman selamat lancar dan borakah sampai tujuan. Amin.” Kataku. Aku berbalik sejenak, hanya senyuman dan lambaian tangannya yang bisa kusaksikan sampai akhirnya sosoknya hilang dari pandanganku, selalu saja ada perasaan sedih setiap kali harus berpisah dari adik kembarku itu, walaupun kami sudah terbiasa berjauhan. “oh tidak, sudah terlambat.” Aku melihat jam ditangan ku sudah menunjukkan angka 4.15. “butuh waktu 15 menit lagi nih.” Aku berlari tergesa-gesa keluar dari airport . “maaf-maaf..” aku tidak sengaja menginjak kaki seseorang yang sedang berdiri di samping pintu tempat aku keluar tadi. Langsung saja aku berla...

Cumi Tumis Bala-Balado

Image
Kali ini ane akan berbagi tips cara memasak cumi tumis bala-balado Kita siapin dulu bahannya. : - 5 cumi ukuran sedang  - cabai hijau keriting - 3 siung bawang merah - 1 siung bawang puting - 6 cabe rawit + 3 cabe merah kriting - daun bawang 3 helai - minyak sayur - air secukupnya - terasi bangka seujung jari (sedikit) - 2 sendok teh garam Lanjut ke step selanjutnya ya,  1. Kita bersihkan semua bahannya, cumi kita potong menjadi lima ruas, kantung tinta dibuang. Cabai hijau keriting di potong memanjang, daun bawang dipotong memanjang. 2. Giling bawang merah, bawang putih, garam, terasi dan cabai rawit. 3. Panaskan wajan, beri minyak sayur tiga sendok makan, oseng-oseng cabai hijau keriting dan daun bawang. 4. Tumis bumbu samapi tercium wangi sedap, bersamaan osengan daun bawang dan cabai hijau. 5. Masukkan cumi dalam tumisan bumbu, oseng sebentar, tambahkan air secukupnya, memasak cumi jangan terlalu lama, karena dagingnya bisa alot.  6. Setelah 5 menit cumi t...

Next..it’s our love Syifa

Part 4. Percakapan pertama “eh,, kalian yang dapet second position kemaren kan. Performence kalian udah OK, tingkatkan lagi ya, jangan mudah puas.” Sapa kak Amol menyela sesi latihan gitaris aku dan Eci. “oh. Iya kak terimakasih. Perform kakak juga jauh lebih baik dari kami.” Balas Eci. Sedangkan aku hanya tersenyum ke arahnya. Kemudian kak Amol mengulurkan tangannya ke arahku, bermaksud untuk berjabat tangan. Kedua telapak tangan ku langsung beradu sebelum saling bertaut dengan jabatan kak Amol. “o.iya kak selamat bergabung di MOE.” Lanjutku. Dahinya mengernyit terlihat kebingungan tetapi tidak bertahan lama. “ iya, mohon kerjasamanya” lanjutnya sembari meninggalkan kami berdua. “ otokeo Eci, aku nggak lagi mimpi kan? Tadi itu kak Amol kan, dia nyapa kita, wowowowoow,,” Hari itu berlalu dengan obrolan tiada henti tentang kak Amol. Hari ini hari yang paling ditunggu oleh semua siswa di sekolah kami, tidak perlu memikirkan runtutan pelajaran-pelajaran atau pun berpapas...

Next..it’s our love Syifa

Part 3. Abu Kelabu Episode Yang Lalu engkau bagaikan fatamorgana di hamparan pasir ah..iya ternyata hanyalah fatamorgana saja, tapi tampak begitu nyata aku telusuri hamparan ini, mungkin saja lurus ataukah melingkar Entahlah tak lagi ku pikir arahnya Hanyalah fatamorgana yang kini aku kagumi dalam diam   Tepuk tangan bergemuruh, bahkan ada siulan yang sahut menyahut. “wah ini baru sahabatku, perform kita tadi ...” Eci terlihat mengacungkan kedua jempolnya saat aku menghampirinya setelah turun dari atas panggung. “sepertinya kamu tadi terlalu menghayati deh Ra, penutupnya itu lo, dalem banget makna puisinya, aku saja sampai nggak tahu maksunya..haha” lanjut Eci dengan gelagak tawanya. “kamu itu ya Ci temanku atau musuhku sih, itu pujian atau ejekan sebenarnya?. Sudahlah, sepertinya seluruh penonton malah terbius dengan suara merdumu Ci” balasku dengan mengernyitkan dahi, tapi segera ku rangkul bahunya dan kami segera berlabuh ke sumber pengisi energi.   Iy...