STUDI KASUS I, PENGKAJIAN KASUS EDEMA PULMONAL + VAP
LAPORAN KASUS LENGKAP
JANATIA ANGGRAINI
PROGRAM PROFESI NERS PSIK FK UNSRI
Keperawatan Gawat Darurat di Intensif
A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny RS
Umur : 15 Tahun 9 bulan 2 hari
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : DIRAHASIAKAN
Status Marital : Menikah
Agama : Islam
Suku : ***
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal MRS : 04 Juli 2016
No Rekam Medis : 960xxx
Sumber Informasi : Data Pasien dan Keluarga Pasien
Keluarga terdekat yang dapat segera dihubungi : Bp S
II.STATUS KESEHATAN SAAT INI
Keluhan Utama :Ny RS mengalami penurunan kesadaran, terpasang ventilator, dengan FiO2 40 %,
Faktor Pencetus : Ny RS partus dengan kehamilan 37 minggu dan mengalami eclampsia antepartum.
Riwayat Penyakit Dahulu : Keluarga mengatakan Ny RS pernah mengalami reumatik (usia 13 tahun) pada ekstremitas bawahnya, tetapi sudah sembuh. Ny RS juga pernah mengalami demam tifoid sejak umur 5 tahun, tetapi sudah sembuh, akan tetapi pernah kambuh lagi.
Riwayat Penyakit Sekarang :
- 5 Jam SMRS Ny RS mengalami kejang-kejang kurang lebih 25 menit, kemudian Ny RS dibawa ke puskesmas dan kembali kejang 1 kali selama 30 menit, kemudian di rujuk ke IGD *** dan kembali kejang lebih kurang 15 menit. Ny RS mengalami penurunan kesadaran
- demam (-), muntah (-), mencret (-), BAB dan BAK (-), dibawa ke IGD RSMH di IRD Obgyn
- Ny RS masuk RS melalui Instalasi Rawat Darurat dengan keluhan kejang. Di IGD *** klien menjalani berbagai pemeriksaan, dan didiagnosa eklampsia antenatal hamil 37 minggu janin hidup. Klien dilakukan operasi sesar cito di OK IGD, dengan hasil bayi selamat, sehari setelah dilahirkan bayi meninggal, sedangkan ibu dirawat di ruang General Intensif Care Unit untuk mendapatkan support ventilasi mekanik dengan pemberian sedasi untuk menghindari terjadinya kejang karena riwayat eklampsia yang dialami klien. Kemudian klien kembali didiagnosa P1A0 post operasi Cesaria, Eklampsia Antepartum, , Suspec VAP, edema pulmonal.
Diagnosa Medis : P1A0 post operasi Cesaria, Eklampsia Antepartum, , Suspec VAP, edema pulmonal.
III. RIWAYAT BIOLOGIS
Pola Nutrisi :
Sebelum sakit : Klien makan 3 kali sehari, dan selalu menghabiskan tiap porsi makannya, tetapi SMRS klien tidak nafsu makan jadi makannya hanya sedikit, jika satu porsi diberikan, maka hanya habis setengah porsi saja. Porsi makan terdiri dari nasi, sayur tumis, tempe dan sambal.
Selama sakit : Klien mendapatkan nutrisi enteral cair tiap 3 jam sekali melalui NGT, berupa diet cair (susu) 4 x 200 kkal, entramix 3 x 150 kkal. Diet cair sebanyak 200 kkal diberikan pada pukul 08.00, 12.00, 16.00, 19.00. pada pukul 22.00 dan 02.00 klien mendapat diet cair 150 kkal. Total pemberian diet cair sebanyak 1100 kkal.
Pola Eliminasi :
Sebelum masuk RS : Klien BAB 1 kali sehari dan cair, dan BAK 3 kali per hari
Selama sakit :Klien BAK menggunakan cateter, dengan warna urine merah pekat. Output urin 1565 cc/24 jam. Klien belum BAB selama dirawat di ruang intensif.
Pola Istirahat dan tidur :
a. Sebelum sakit: klien biasa tidur di malam hari dari pukul 10.00 sampai pukul 05.00 pagi
b. Saat sakit :klien tertidur, sesekali terbangun dan melakukan fighting terhadap setting ventilator yang diberikan, klien diberikan sedasi precedex 200 mg, 0,4 mc.gr/kgBB/jam dan kembali tidur.
Pola Aktivitas dan Bekerja
a. Sebelum sakit: klien biasa bersih-bersih rumah sendirian saat suaminya bekerja, semua pekerjaan rumah dilakukan oleh kien
b. Saat sakit: klien masih dalam pengaruh obat, belum dapat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk perawatan diri.
Kebutuhan Personal Hygiene
|
Pola Aktivitas |
Sebelum Sakit |
Selama Sakit |
||||||||
|
0 |
1 |
2 |
3 |
4 |
0 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
Makan |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Minum |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Mandi |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Toileting |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Berpakaian |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Mobilisasi |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
Keterangan :
0 = Mandiri
1 = Memerlukan Alat
2 = Memerlukan Bantuan
3 = Memerlukan alat dan bantuan
4 = Tergantung
IV ASPEK PSIKOSOSIAL
1. Pola pikir dan persepsi : tidak dapat dikaji
2. Persepsi Diri : tidak dapat dikaji
3. Suasana Hati : tidak dapat dikaji
4. Hubungan / Komunikasi : tidak dapat dikaji
5. Pertahanan Koping : tidak dapat dikaji
6. Sistem Nilai Kepercayaan : tidak dapat dikaji
V PENGKAJIAN FISIK
Pengkajian Sekunder
a. Airways
Klien terpasang ETT di mulut, terdapat sekret yang banyak ketika dilakukan suctioning. Jumlah sekret kira-kira 100 cc, warna putih, kental berbau.
b. Breathing
Irama nafas klien tidak teratur, RR 27x/menit, menggunakan alat bantu nafas ventilator, dengan volume tidal 482, MV 8,0, terdapat suara nafas tambahan, yaitu ronchii di lapang paru kanan.
c. Circulation
TD 118/63 mmHg, MAP= 91 mmHg, HR = 97 x/menit CRT= 2 detik.
SPO2 :100 %
d. Kesadaran ( Disability)
GCS tidak dapat dikaji, karena klien dibawah pengaruh obat..
Pengkajian Sistem
1. Sistem Neurologi
Kesadaran : GCS tidak dapat dikaji, karena klien dibawah pengaruh obat..
Kejang : tidak terdapat kejang saat pengkajian.
Reflek Hamer :tidak dapat dikaji
Trauma Kepala :Tidak terdapat trauma kepala.
2. Sitem Penglihatan
Bentuk : simeteris
Visus : tidak dikaji
Konjungtiva : anemis
Ukuran Pupil : isokor, RC +/+
Akomodasi : baik
Tanda radang : tidak ada
Alat bantu : pasien tidak menggunakan alat bantu melihat
Operasi : Operasi Cesaria
Tidak adanya abduksi mata
3. Sistem Pendengaran (THT)
ABD : tidak menggunakan ABD
Reaksi alergi : tidak ada
Kesulitan menelan : tidak dapat dikaji
Keluhan : tidak dapat dikaji.
4. Sistem Pernafasan
Pola Nafas : tidak teratur
Respirasi Rate : 27 x / menit
Suara paru : ronchii (+), wheezing (-)
Sesak nafas : terdapat sesak nafas.
Batuk : reflek batuk lemah
Sputum : ada saat suctioning, jumlah banyak di mulut, warna putih, dan kental
Nyeri : 5
Trauma dada : tidak ada
5. Sistem Kardiovaskuler
HR : 97 x / menit
TD : 118 / 63 mmHg
MAP : 91 mmHg (normal)
CRT : 2 detik
Suara Jantung : BJ I-II (+), gallop (-), murmur (-)
Edema : tidak terdapat edema pada ekstremitas
Nyeri : tidak dapat dikaji
Palpitasi : sinus rhytm
BAAL : tidak dapat dikaji
Perubahan Warna Kulit : mukosa bibir kering dan pecah-pecah.
Kuku : terlihat pucat
Akral : teraba dingin
Clubbing finger : tidak ada
6. Sistem Pencernaan
Nutrisi :
Intake total 24 jam : 2371 ml
Output total 24 jam : 2149 ml
Nafsu Makan : tidak dapat dikaji
Jenis Diet : Diet Cair kalori sebanyak 4 x 200 kkal, diet entremix 3 x 150 kkal.
Mual, muntah : (-)
BB : 50 kg
TB : 155 cm
Eliminasi :
BAB : belum
BAK :menggunakan pempers, dan kateter urin, urin berwarna merah. (hematuria)
Kateter : memakai kateter
Urin Output : 1565 ml/24 jam
IWL : 504 ml/24 jam
7. Sistem Reproduksi :.
GPA :G1P1A0, kelahiran anak pertamanya dengan Operasi Caesaria.
Perdarahan :terdapat perdarahan lebih kurang 100 cc saat masuk GICU
Keluhan : tidak dapat dikaji
8. Sistem Muskuloskeletal :
Kekuatan Otot :
Pergerakan ekstremitas :ekstremitas atas dan bawah pasien tidak dapat bergerak sendiri (dengan keinginan pasien), Terpasang CVC di vena subclavia dextra.
Nyeri : 5 (saat dilakukan suction, menggunakan skala BPS)
Edema : tidak terdapat edema pada ekstremitas.
9. Sistem Integumen :
Warna kulit : pucat.
Integritas : kulit tampak kering dan pucat, tidak terdapat luka dekubitus, tetapi beresiko terjadi dekubitus grade I.
turgor kulit : tidak elastis, CRT 2 detik
Comments
Post a Comment