STUDI KASUS III, PENGKAJIAN KASUS post craniotomi a/i EDH frontal temporal sinistra + Susp VAP
LAPORAN KASUS LENGKAP
JANATIA ANGGRAINI
PROGRAM PROFESI NERS PSIK FK UNSRI
Keperawatan Gawat Darurat di Intensif
A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. AN
Umur : 24 ******
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : *******
Status Mitral : Belum menikah
Agama : ******
Suku : ********
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pelajar
Tanggal MRS : ***********
Tanggal Pengkajian : ***********
No.
Rekam Medis : **********
Sumber Informasi : Nn. SP
Keluarga terdekat yang dapat di hubungi : Nn. SP
Pendidikan : SMA
Alamat : ********
Pekerjaan : -
II.STATUS KESEHATAN SAAT INI
Keluhan Utama :Tn AN mengalami penurunan kesadaran, terpasang ventilator, dengan FiO2 40 %,
Faktor Pencetus : Pasien mengalami kecelakaan dan kepalanya membentur dinding pembantas jalan, dan terdapat hematom pada kepala.
Riwayat Penyakit Dahulu : pasien belum pernah sakit yang serius, sehingga harus dirawat di RS
Riwayat Penyakit Sekarang : :pasien dirawat di ICU dan terpasang ventilator dengan mode SIMV; dengan RR 12 x / menit; TV 459; MV 5,3; PEEP 5; FIO2 40%; Peak pressure 6,5
Diagnosa Medis : post craniotomi a/i EDH frontal temporal sinistra + Susp VAP
III. RIWAYAT BIOLOGIS
Pola Nutrisi :
Sebelum sakit : Klien makan 3 kali sehari, dan selalu menghabiskan tiap porsi makannya.
Selama sakit : Klien mendapatkan nutrisi enteral cair tiap 3 jam sekali melalui NGT, berupa diet cair (susu) 4 x 200 kkal, entramix 3 x 150 kkal.
Pola Eliminasi :
Sebelum masuk RS : Klien BAB 1 kali sehari.
Selama sakit :Klien BAK menggunakan cateter, dengan warna urine kuning.. Output urin 1560 cc/24 jam. BAB klien cair.
Pola Istirahat dan tidur :
klitertidur, sesekali terbangun dan melakukan fighting terhadap setting ventilator yang diberikan, klien diberikan sedasi precedex 200 mg, 0,4 mc.gr/kgBB/jam dan kembali tidur.
Pola Aktivitas dan Bekerja
klien masih dalam pengaruh obat, belum dapat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk perawatan diri.
Kebutuhan Personal Hygiene
|
Pola Aktivitas |
Sebelum Sakit |
Selama Sakit |
||||||||
|
0 |
1 |
2 |
3 |
4 |
0 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
Makan |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Minum |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Mandi |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Toileting |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Berpakaian |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
|
Mobilisasi |
√ |
|
|
|
|
|
|
|
|
√ |
Keterangan :
0 = Mandiri
1 = Memerlukan Alat
2 = Memerlukan Bantuan
3 = Memerlukan alat dan bantuan
4 = Tergantung
IV. ASPEK PSIKOSOSIAL
1. Pola pikir dan persepsi : tidak dapat dikaji
2. Persepsi Diri : tidak dapat dikaji
3. Suasana Hati : tidak dapat dikaji
4. Hubungan / Komunikasi : tidak dapat dikaji
5. Pertahanan Koping : tidak dapat dikaji
6. Sistem Nilai Kepercayaan : tidak dapat dikaji
V. PENGKAJIAN FISIK
Pengkajian Sekunder
a. Airways
terpasang selang ETT pada mulut pasien, terdapat sekret kuning encer. Jumlah sekret kira-kira 20 cc.
b. Breathing
Irama nafas klien tidak teratur, RR 15 x/menit, menggunakan alat bantu nafas ventilator.
c. Circulation
TD 131/85 mmHg, ,mmHg, HR = 97 x/menit CRT= 2 detik.
SPO2 :100 %
d. Kesadaran ( Disability)
GCS tidak dapat dikaji, karena klien dibawah pengaruh obat. E4,Mx,Vt
Pengkajian Sistem
1. Sistem Neurologi
Kesadaran : GCS tidak dapat dikaji, karena klien dibawah pengaruh obat..
Kejang : tidak terdapat kejang saat pengkajian.
Reflek Hamer :tidak dapat dikaji
Trauma : Cavitis
2. Sitem Penglihatan
Bentuk : simeteris
Visus : tidak dikaji
Konjungtiva : anemis
Ukuran Pupil : RC +/+
Tanda radang : tidak ada
Alat bantu : pasien tidak menggunakan alat bantu melihat
3. Sistem Pendengaran (THT)
ABD : tidak menggunakan ABD
Reaksi alergi : tidak ada
Kesulitan menelan : terpasang ETT di mulut
Keluhan : tidak dapat dikaji.
4. Sistem Pernafasan
Pola Nafas : tidak teratur
Respirasi Rate : 15 x / menit
Suara paru : ronchii (+), wheezing (-)
Sesak nafas : terdapat sesak nafas.
Batuk : reflek batuk lemah
Sputum : ada saat suctioning, warna kuning encer
Nyeri : 5
Trauma dada : tidak ada
5. Sistem Kardiovaskuler
HR :81 x / menit
TD : 131/85 mmHg
CRT : 2 detik
Suara Jantung : BJ I-II (+), gallop (-), murmur (-)
Edema : terdapat edema pada tungkai
Nyeri : tidak dapat dikaji
Palpitasi : sinus rhytm, Sinus tachycardi
BAAL : tidak dapat dikaji
Perubahan Warna Kulit : mukosa bibir kering
Akral : teraba dingin
Clubbing finger : tidak ada
6. Sistem Pencernaan
Nutrisi :
Intake total 24 jam : 2340 ml
Nafsu Makan : tidak dapat dikaji
Jenis Diet : Diet Cair kalori sebanyak 4 x 200 kkal, diet entremix 3 x 150 kkal.
Mual, muntah : (-)
BB : 65 kg
TB : 168 cm
Eliminasi :
BAB : cair
BAK :menggunakan pempers, dan kateter urin, urin berwarna kuning
Kateter : memakai kateter
7. Sistem Reproduksi :.
GPA :-.
Perdarahan :-
Keluhan : -
8. Sistem Muskuloskeletal :
|
1 |
|
1 |
|
1 |
|
1 |
Pergerakan ekstremitas :ekstremitas atas dan bawah pasien tidak dapat bergerak sendiri (dengan keinginan pasien), Terpasang CVC di vena subclavia dextra.
Nyeri : 5 (saat dilakukan suction)
Edema : terdapat edema pada ekstremitas.
9. Sistem Integumen :
Warna kulit : pucat.
Integritas : kulit tampak kering d
turgor kulit : tidak elastis, CRT 2 detik
Comments
Post a Comment